Part 4
Museum Dirgantara
Yogyakarta
Sejarah singkat diresmikannya Museum Dirgantara Mandala
adalah pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara
Rusmin Nuryadin berkedudukan di Makowilu V Tanah Abang Bukit, Jakarta. Namun
dengan penuh pertimbangan dan karena Yogyakarta merupakan pusat perjuangan TNI
AU periode 1945-1949 serta tempat lahir. Maka Yogyakarta dipilih sebagai tempat
pindah Museum Dirgantara Mandala, dan diresmikannya kembali pada tanggal 29
Juli 1978.
Untuk mengobati rasa penasaran wisata jogjakarta mengenai alutsista udara khususnya, tak ada
salahnya kita mengunjungi Museum Dirgantara Mandala. Di museum ini terdapat
berbagai koleksi di enam gedung, yang jumlahnya lebih dari 10.000 buah, 36
pesawat tebang, 1.000 foto , 28 diorama, lukisan-lukisan, pakaian dinas,
sejumlah buku yang disimpan diperpustakaan dan tanda kehormatan.
Pada awalnya museum ini berada di Jakarta, namun karena
Yogyakarta merupakan kota kelahiran TNI AU, maka dipindahlah museum ini.
Apabila berkunjung, Anda akan melihat beragam pesawat hebat di masanya. Anda
pun diperkenankan untuk berfoto di pesawat bahkan mengenakan pakaian penerbang,
bergaya bak pilot pesawat tempur di pesawat sungguhan koleksi museum.
Bisa melihat pesawat terbang dari dekat. Saat ini, museum
ini memiliki koleksi sejumlah 10.000 buah, 36 pesawat terbang, 1.000 foto, 28
diorama, lukisan-lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, dan sejumlah koleksi
buku yang disimpan di perpustakaan. Koleksi masterpiece adalah repliKa pesawat
Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh di daerah
Ngoto, bantul oleh Belanda ketika hendak mendarat di Maguwo Yogyakarta.
Museum Dirgantara Mandala merupakan museum yang dikelola
oleh TNI Angkatan Udara dan menyajikan secara lengkap tentang sejarah
penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia. Di museum ini wisatawan bisa
menyaksikan beragam koleksi alutista dan pesawat mulai dari pesawat sipil,
pesawat tempur, hingga rudal TNI AU.
Sebagai basecamp sekaligus kota kelahiran TNI AURI,
Yogyakarta memiliki sebuah museum dengan koleksi kedirgantaraan yang paling
lengkap di Indonesia. Museum tersebut adalah Museum Dirgantara Mandala. Beragam
pesawat yang memiliki peranan penting dan pernah berjasa dalam sejarah
perjuangan kemerdekaan Indonesia disimpan di museum ini. Karena itu, Museum
Dirgantara merupakan salah satu tempat yang wajib Anda datangi saat berkunjung
ke Yogyakarta.
Berada satu lokasi dengan kompleks perumahan, perkantoran,
dan pusat pendidikan TNI AU, Museum Dirgantara memiliki halaman berumput hijau
yang sangat luas dan sejuk. Dulunya Museum Pusat TNI AU ini berlokasi di
Jakarta, namun mengingat bahwa Yogyakarta adalah tempat kelahiran TNI AU maka
museum pun dipindah ke kompleks Lanud Adisutjipto.
Mengunjungi Museum Dirgantara Mandala adalah hal yang sangat
menarik. Pengunjung dapat melihat koleksi lengkap kedirgantaraan di Indonesia
serta menyaksikan betapa pemberaninya pilot-pilot Indonesia pada zaman
perjuangan kemerdekaan. Di museum ini terdapat 38 koleksi pesawat, baik pesawat
tempur maupun pesawat sipil.
Beberapa pesawat yang memiliki nilai sejarah tinggi antara
lain replika pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang
ditembak jatuh oleh Belanda di Ngoto saat hendak mendarat di Maguwo, pesawat
Guntei bersayap ganda bekas tentara Jepang yang digunakan untuk melakukan
pengeboman pertama dalam sejarah TNI AU, serta koleksi pesawat Mustang yang
digunakan untuk menggempur Permesta.
Selain koleksi pesawat, di museum yang gedungnya dibagi
menjadi 6 ruang ini pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi lainnya. Di tempat
ini terdapat koleksi foto, lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, buku,
senjata api, senjata tajam, mesim pesawat, radar, bom atau roket, parasut,
hingga diorama yang disusun berdasarkan kronologi peristiwa. Salah satu koleksi
menarik adalah diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang
mengorbitkan pesawat tersebut.
Hal yang menyenangkan lainnya saat mengunjung Museum
Dirgantara selain menyaksikan aneka koleksinya yang menarik, wisatawan juga
bisa naik ke beberapa pesawat yang memang diijinkan untuk dinaiki. Bahkan
wisatawan juga bisa menyewa pakaian pilot dan bergaya di dalam pesawat laksana
pilot sungguhan. Di museum ini juga terdapat wahana simulasi menerbangkan
pesawat.
Lokasi dan Akses
Museum Dirgantara Mandala terletak di dalam kompleks TNI
Angkatan Udara Republik Indonesia, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Meskipun
lokasinya agak tersebunyi, wisatawan bisa menemukan museum ini dengan mudah.
Dari fly over janti silahkan menuju Ring Road Timur, sesampainya di depan SMA
Angkasa belok ke kiri. Jika naik bis kota wisatawan bisa turun di SMA Angkasa
dan jalan kaki sekitar 200 meter menuju museum.
Dari bandara Adi Sucipto, Dari pintu keluar bandara
internasional Adi Sucipto belok ke kiri (barat) sampai di pertigaan Janti. Dari
pertigaan Janti belok ke kiri (selatan) lalu naik ke jembatan layang (fly over)
Janti lalu ikuti jalan. Setelah menurun, kurangi kecepatan, lalu belok ke kiri,
persis setelah turunan jembatan layang di sebelahnya SMK Angkasa.Kira-kira 50
meter ada portal yang dijaga TNI. Setelah mengurus persyaratan bisa masuk ke
kompleks AURI. Lokasi museum ada di ujung kompleks.
Jam Kunjung dan Harga Tiket
Museum Dirgantara Mandala buka pada hari Senin – Minggu dari
pukul 08.30 – 15.00 WIB. Tiket perorangan sebesar Rp 4.000, jika rombongan (30
orang ke atas) Rp 2.000. Berhubung lokasinya di kompleks TNI AU, maka setiap
wisatawan yang berkunjung wajib membawa identitas diri yang masih berlaku dan
lapor kepada petugas jaga. Bagi rombongan yang ingin berkunjung ke museum ini
bisa menghubungi pengelola museum di nomor 0274 484453.
Keunikan Museum Dirgantara
Museum Dirgantara ini menurutku sangat unik. Karena kita
dapat mengetahui jenis-jenis pesawat apa saja yang ada disitu. Museum ini membuat
kita tidak melupakan sejarah. Bisa melihat pesawat terbang dari dekat.
Opini dan Himbauan:
Tempat ini sangat reccomended untuk kita mengetahui
jenis-jenis pesawat yang ada disitu. Biasanya museum ini digunakan untuk
studytour anak-anak TK/SD dan mereka sangat senang dengan museum ini. Museum
ini cocok bagi semua kalangan karena selain dapat digunakan untuk penelitian
ataupun dapat digunakan sebagai objek photography. Di museum ini terdapat banyak
spot yang bagus bila anda suka dengan dunia photography. Menurut saya museum
ini sangat reccomended karena selagi kita bisa belajar dan mengetahui tentang
dunia dirgantara kita juga dapat memanfaatkan spot di museum ini sebagai objek
photography.
Sumber:






Tidak ada komentar:
Posting Komentar