Selasa, 23 Agustus 2016

Part 4


Museum Dirgantara Yogyakarta


Sejarah singkat diresmikannya Museum Dirgantara Mandala adalah pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Rusmin Nuryadin berkedudukan di Makowilu V Tanah Abang Bukit, Jakarta. Namun dengan penuh pertimbangan dan karena Yogyakarta merupakan pusat perjuangan TNI AU periode 1945-1949 serta tempat lahir. Maka Yogyakarta dipilih sebagai tempat pindah Museum Dirgantara Mandala, dan diresmikannya kembali pada tanggal 29 Juli 1978.

Untuk mengobati rasa penasaran wisata jogjakarta  mengenai alutsista udara khususnya, tak ada salahnya kita mengunjungi Museum Dirgantara Mandala. Di museum ini terdapat berbagai koleksi di enam gedung, yang jumlahnya lebih dari 10.000 buah, 36 pesawat tebang, 1.000 foto , 28 diorama, lukisan-lukisan, pakaian dinas, sejumlah buku yang disimpan diperpustakaan dan tanda kehormatan.
Pada awalnya museum ini berada di Jakarta, namun karena Yogyakarta merupakan kota kelahiran TNI AU, maka dipindahlah museum ini. Apabila berkunjung, Anda akan melihat beragam pesawat hebat di masanya. Anda pun diperkenankan untuk berfoto di pesawat bahkan mengenakan pakaian penerbang, bergaya bak pilot pesawat tempur di pesawat sungguhan koleksi museum.

Bisa melihat pesawat terbang dari dekat. Saat ini, museum ini memiliki koleksi sejumlah 10.000 buah, 36 pesawat terbang, 1.000 foto, 28 diorama, lukisan-lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, dan sejumlah koleksi buku yang disimpan di perpustakaan. Koleksi masterpiece adalah repliKa pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh di daerah Ngoto, bantul oleh Belanda ketika hendak mendarat di Maguwo Yogyakarta.
Museum Dirgantara Mandala merupakan museum yang dikelola oleh TNI Angkatan Udara dan menyajikan secara lengkap tentang sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia. Di museum ini wisatawan bisa menyaksikan beragam koleksi alutista dan pesawat mulai dari pesawat sipil, pesawat tempur, hingga rudal TNI AU.

Sebagai basecamp sekaligus kota kelahiran TNI AURI, Yogyakarta memiliki sebuah museum dengan koleksi kedirgantaraan yang paling lengkap di Indonesia. Museum tersebut adalah Museum Dirgantara Mandala. Beragam pesawat yang memiliki peranan penting dan pernah berjasa dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia disimpan di museum ini. Karena itu, Museum Dirgantara merupakan salah satu tempat yang wajib Anda datangi saat berkunjung ke Yogyakarta.

Berada satu lokasi dengan kompleks perumahan, perkantoran, dan pusat pendidikan TNI AU, Museum Dirgantara memiliki halaman berumput hijau yang sangat luas dan sejuk. Dulunya Museum Pusat TNI AU ini berlokasi di Jakarta, namun mengingat bahwa Yogyakarta adalah tempat kelahiran TNI AU maka museum pun dipindah ke kompleks Lanud Adisutjipto.

Mengunjungi Museum Dirgantara Mandala adalah hal yang sangat menarik. Pengunjung dapat melihat koleksi lengkap kedirgantaraan di Indonesia serta menyaksikan betapa pemberaninya pilot-pilot Indonesia pada zaman perjuangan kemerdekaan. Di museum ini terdapat 38 koleksi pesawat, baik pesawat tempur maupun pesawat sipil.

Beberapa pesawat yang memiliki nilai sejarah tinggi antara lain replika pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh oleh Belanda di Ngoto saat hendak mendarat di Maguwo, pesawat Guntei bersayap ganda bekas tentara Jepang yang digunakan untuk melakukan pengeboman pertama dalam sejarah TNI AU, serta koleksi pesawat Mustang yang digunakan untuk menggempur Permesta.

Selain koleksi pesawat, di museum yang gedungnya dibagi menjadi 6 ruang ini pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi lainnya. Di tempat ini terdapat koleksi foto, lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, buku, senjata api, senjata tajam, mesim pesawat, radar, bom atau roket, parasut, hingga diorama yang disusun berdasarkan kronologi peristiwa. Salah satu koleksi menarik adalah diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan pesawat tersebut.

Hal yang menyenangkan lainnya saat mengunjung Museum Dirgantara selain menyaksikan aneka koleksinya yang menarik, wisatawan juga bisa naik ke beberapa pesawat yang memang diijinkan untuk dinaiki. Bahkan wisatawan juga bisa menyewa pakaian pilot dan bergaya di dalam pesawat laksana pilot sungguhan. Di museum ini juga terdapat wahana simulasi menerbangkan pesawat.
Lokasi dan Akses

Museum Dirgantara Mandala terletak di dalam kompleks TNI Angkatan Udara Republik Indonesia, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Meskipun lokasinya agak tersebunyi, wisatawan bisa menemukan museum ini dengan mudah. Dari fly over janti silahkan menuju Ring Road Timur, sesampainya di depan SMA Angkasa belok ke kiri. Jika naik bis kota wisatawan bisa turun di SMA Angkasa dan jalan kaki sekitar 200 meter menuju museum.

Dari bandara Adi Sucipto, Dari pintu keluar bandara internasional Adi Sucipto belok ke kiri (barat) sampai di pertigaan Janti. Dari pertigaan Janti belok ke kiri (selatan) lalu naik ke jembatan layang (fly over) Janti lalu ikuti jalan. Setelah menurun, kurangi kecepatan, lalu belok ke kiri, persis setelah turunan jembatan layang di sebelahnya SMK Angkasa.Kira-kira 50 meter ada portal yang dijaga TNI. Setelah mengurus persyaratan bisa masuk ke kompleks AURI. Lokasi museum ada di ujung kompleks. 

Jam Kunjung dan Harga Tiket

Museum Dirgantara Mandala buka pada hari Senin – Minggu dari pukul 08.30 – 15.00 WIB. Tiket perorangan sebesar Rp 4.000, jika rombongan (30 orang ke atas) Rp 2.000. Berhubung lokasinya di kompleks TNI AU, maka setiap wisatawan yang berkunjung wajib membawa identitas diri yang masih berlaku dan lapor kepada petugas jaga. Bagi rombongan yang ingin berkunjung ke museum ini bisa menghubungi pengelola museum di nomor 0274 484453.

Keunikan Museum Dirgantara

Museum Dirgantara ini menurutku sangat unik. Karena kita dapat mengetahui jenis-jenis pesawat apa saja yang ada disitu. Museum ini membuat kita tidak melupakan sejarah. Bisa melihat pesawat terbang dari dekat. 

Opini dan Himbauan:

Tempat ini sangat reccomended untuk kita mengetahui jenis-jenis pesawat yang ada disitu. Biasanya museum ini digunakan untuk studytour anak-anak TK/SD dan mereka sangat senang dengan museum ini. Museum ini cocok bagi semua kalangan karena selain dapat digunakan untuk penelitian ataupun dapat digunakan sebagai objek photography. Di museum ini terdapat banyak spot yang bagus bila anda suka dengan dunia photography. Menurut saya museum ini sangat reccomended karena selagi kita bisa belajar dan mengetahui tentang dunia dirgantara kita juga dapat memanfaatkan spot di museum ini sebagai objek photography.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar