Part 1
Pabrik Gula Gondang Winangoen
Yak. Ini adalah pemandangan luar dari Pabrik Gula Gondang Winangoen. Pabrik Gula Gondang Winangoen ini juga disebut Museum Gula.
Sejarah Pabrik Gula Gondang Winangoen:
Pabrik gula ini semula bernama Suikerfabriek Gondang Winangoen, didirikan pada tahun 1860 oleh NV Klatensche Cultuur Maatschappij yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Pengelolaannya diserahkan pada NV Mirandolle Vaute dan Co yang berkantor di Semarang. Ketika terjadi ekonomi dunia tahun 1930-1935, operasional pabrik sempat berhenti tapi kembali beroperasi pada 1935 – 1942 di bawah pimpinan Boerman dan MFH Breemers, warga negara Belanda.
Pada tahun 1942 – 1945 Jepang menguasai Indonesia akibatnya PG Gondang Winangoen ini juga dikuasai oleh pemerintah kolonial Jepang. Pimpinan pabrik dipegang oleh orang Jepang, Niskia dan Inogaki, tetapi masih dibantu oleh MFN Breemers. Pasca kemerdekaan Indonesia, pabrik gula ini menjadi milik pemerintah Republik Indonesia. Pengelolaannya diserahkan kepada Badan Penyelenggara Perusahaan Negara (BPPGN) dan dipimpin oleh Bpk Doekoet (1945 – 1948).
Ketika terjadi aksi militer Belanda ke-2, tahun 1948, pabrik tidak beroperasi. Baru pada tahun 1950 pabrik mulai beroperasi kembali. PG Gondang Winangoen pada bulan Desember 1957 diubah menjadi PG Gondang Baru dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT), yang dikuasai dan diawasi oleh PPN Unit Semarang dan pimpinan dipegang oleh R. Imam Sopeno. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 164 tanggal 1 Juli 1964, PT. PG Gondang Baru dimasukkan ke dalam PPN Jateng V di Solo, selanjutnya diubah namanya menjadi PG Gondang Baru.
Selanjutnya, dengan adanya PP No. 14 tanggal 13 April 1968 maka PPN Jateng V dibubarkan dan dibentuk Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) XVI yang berkedudukan di Solo, di mana PG Gondang Baru termasuk ke dalam wilayah ini. Kemudian dengan adanya PP No. 11 tanggal 1 April 1981 PNP XVI dibubarkan dan digabungkan ke dalam PTP XV-XVI (Persero) yang berkedudukan di Solo.
Sejak 9 Mei 1994 PTP XV-XVI (Persero) dikelola
oleh PTP XXI-XXII dan selaku direksi berkedudukan di Surabaya, dan pada tahun
1996 PG Gondang Baru masuk PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) hingga
sekarang.
Museum gula ini didirikan atas prakarsa Bapak Soepardjo
Roestam (Gubernur Jawa Tengah) dan Bapak Ir. Waryatmo (Dirut PTP XV-XVI) dan
diresmikan pada 11 September 1982 dalam rangka menyambut kongres internasional
International Society of Sugar Cane Technology XIX (ISSCT XIX) yang anggotanya
terdiri dari ahli gula seluruh dunia di Pasuruan (22 Agustus 1986). Museum ini
didirikan di sebuah gedung kuno bekas tempat tinggal di sebelah barat pabrik
gula tersebut. Bangunan museum berada di areal seluas 1.261,20 meter persegi
dengan luas bangunan 240 meter persegi yang terdiri dari ruang pameran tetap,
perpustakaan, dan musholla, serta dilengkapi dengan tambahan ruang auditorium
seluas 753 meter persegi. Pengelolaan museum diserahkan kepada PTP. XV – XVI
(Persero) yang berkedudukan di Surakarta dan Pabrik Gula Gondang Baru.
Keunikan Pabrik Gula Gondang Winangoen
Pabrik Gula Gondang Winangoen atau yang sering dikenal dengan sebutan Museum Gula ini dapat dikatakan museum yang unik karena memang tidak ada duanya. Di museum Gula Gondang ini disajikan peta perkebunan gula yang ada di Jawa Tengah lengkap dengan pabrik gula yang masih beroperasi ataupun yang sudah mati. Selain itu juga terdapat berbagai macam peralatan dari yang sederhana seperti sabit, pacul dll serta berbagai peralatan mesin yang digunakan dalam budidaya tebu dan pengolahannya menjadi gula. Di museum ini pengunjung juga dapat belajar bagaimana proses budidaya tebu yang dilakukan pada zaman dahulu sampai zaman sekarang.
Pada
era sekarang, fasilitasnya di lingkungannya ditambah dengan sarana permainan
seperti outbond dan kolam renang sebagai daya tarik tambahan bagi masyarakat
yang mengunjungi tempat ini. Ada juga sensasi lain dengan menaiki loko uap atau
diesel mengelilingi lingkungan pabrik. Dengan kata lain, museum pabrik
gula ini layak dijadikan kunjungan wisata bagi siapa saja.
gula ini layak dijadikan kunjungan wisata bagi siapa saja.
Fasilitas Pendukung yang ada di Pabrik Gula Gondang Winangoen
Untuk masuk ke dalam Museum, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar 5000 rupiah. Nah yang ini pasti dapat membuat pengunjung merasa tidak bosan jika hanya dengan berkunjung ke museum tetapi tidak dapat menikmati fasilitas pendukung yang dapat di dalamnya. Di Pabrik Gula Gondang Winangoen fasilitas pendukungnya yaitu adalah Wahana Green Park.
Harga tiket masuk ke Green Park cukup murah, anda cukup mengeluarkan uang sebesar 10.000 rupiah untuk 1 tiket dan dapat menikmati fasilitas di dalamnya seperti kolam renang,Di Wahana Green Park ini terdapat fasilitas seperti kolam renang, mandi bola, wisata air, flying fox, pijat batu, dan terapi ikan adalah beberapa atraksi yang ditawarkan oleh Wahana Green Park tak jauh dari Museum Gula.. Oh iya, harga tiket masuk Wahana Green Park tidak termasuk tiket terapi ikan, jika anda ingin terapi ikan,anda akan dikenakan biaya sebesar 5000 rupiah. Sementara jika pengunjung lapar, mereka bisa mengisi perut di D’Gonba Resto (Banaran). Selain memakan makanan khas daerah Jawa Tengah, pengunjung bisa merasakan teh dan kopi dengan gula asli produksi Pabrik Gula Gondang Winangoen. Kehadiran air mancur yang menghiasi restoran semakin menambah kenikmatan menyantap kopi dan teh.
Di kompleks sekitaran museum, ada kereta wisata edukasi yang masih bisa dipergunakan untuk menyusuri rel-rel di sekitar area perkebunan. Dahulu kala, petugas pabrik menggunakan kereta untuk mendistribusikan tebu ke pabrik. Sekarang, kegiatan itu digantikan oleh truk-truk pengangkut.
Wisata edukasi sambil naik lori merupakan salah satu atraksi utama Museum Gula Klaten selain melihat-lihat pabrik gula. Pengunjung bisa mengelilingi bangunan tua hingga pabrik tebu dengan menaiki montit. Kereta mini pengangkut tebu itu menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya. Untuk menikmati wisata lorinya, pengunjung dikenakan biaya sebesar 7000 rupiah untuk sekali naik. Untuk wisata murah meriah, lokasi ini patut untuk anda kunjungi karena lokasi ini juga cocok bagi anda yang gemar fotography. Lokasi ini menyimpan banyak sekali lokomotif uap lori yang sudah tidak beroperasi dan beberapa tergeletak dan tak terawat di atas tanah. Belum lagi deretan gerbong lori dan pohon beringin cocok sekali untuk menjadi spot foto klasik. Berikut adalah foto lori wisata.
Dibutuhkan waktu sekitar kurang lebih 30 menit untuk mengelilingi pabrik gula dengna lori wisata. Padahal, jika menggunakan seped amotor, hanya sekitar 5 menit saj untuk mengitari lokasi ini. Namun disitulah nikmatnya wisat alori tersebut, berjalan berlahan menikmati tiap jengkal tanah yang ada di sana.
Lokasi
Pabrik Gula Gondang
Winangoen ini berlokasi di Jalan
Solo-Jogja Km 25, Plawikan, Jogonalan., Klaten, Jawa Tengah 57452, (0272)
326057. Untuk Mencapai lokasi tersebut anda dapat menggunakan kendaraan seperti motor, mobil, atau bus umum. Pabrik
Gula Gondang Winangoen ini letaknya strategis, berada di pinggir jalan sehingga
bila anda menggunakan transportasi seperti bus umum, anda hanya turun tepat di
pinggir jalannya. Jika menggunakan bus umum, bila dilalui dari Terminal
Penggung, anda hanya mengeluarkan biaya sebesar 7000 rupiah. Bila anda
berkunjung ke pabrik Gula Gondang Winangoen ini dari Terminal Penggung, anda
dapat menempuh perjalanan kurang lebih 16km dalam waktu 31menit.
Harga Parkir untuk mobil sebesar
5000 rupiah dan untuk sepeda motor sebesar 2000 rupiah. Pabrik Gula Gondang
Winangoen ini dibuka mulai pukul 08.00-15.00 WIB.
Opini dan Himbauan
Menurut saya, objek wisata Pabrik
Gula Gondang Winangoen ini sangat menarik. Pengunjung dapat menikmati liburan
dengan berkunjung ke Museum Gula juga dapat menikmati fasilitas yang ada di
dalamnya. Untuk liburan yang berkualitas,tidak harus mahal. Yang dibutuhkan
hanyalah bagaimana kita menjadi fresh setelah liburan dan dapat melepaskan
penat kita. Tempat ini sangat recommended
, karena selain harga tiket masuk yang
masih terjangkau, anda dapat berlibur dengan banyak fasilitas yang ditawarkan
di dalamnya dan yang pasti tidak menguras isi dompet anda. Lokasi ini cocok
untuk liburan keluarga dan sekedar untuk mengisi waktu luang di saat weekend. Mari isi liburan singkatmu
untuk berlibur dan sekedar melepaskan penat di Pabrik Gula Gondang Winangoen
ini.
Sumber:
http://tempatwisatadaerah.blogspot.co.id/2015/02/museum-gula-klaten-dan-wisata-agro.html








Tidak ada komentar:
Posting Komentar