Selasa, 23 Agustus 2016

Part 5


Istana Air Taman Sari WaterCastle


Dua ratus tahun silam, Taman Sari yang berarti “taman yang indah” adalah sebuah tempat rekreasi dan kolam pemandian atau disebut pula pesanggrahan bagi Sultan Yogyakarta beserta seluruh kerabat istana.
Mengutip dari Babad Mangkubumi, Taman Sari ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi pada tahun 1683 (silsilah kerajaan Mataram) menurut penanggalan tahun Jawa atau tahun 1757 Masehi. Taman itu berdiri, tepat bersamaan dengan berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (sejarah kerajaan Mataram).

Pesanggrahan Taman Sari dibangun setelah Perjanjian Giyanti (1755), yakni setelah Sultan Hamengku Buwono sekian lama terlibat dalam persengketaan dan peperangan. Bangunan tersebut dimaksudkan sebagai bangunan yang dapat dipergunakan untuk menenteramkan hati, istirahat, dan berekreasi. Meskipun demikian, Taman Sari ini juga dipersiapkan sebagai sarana/ benteng untuk menghadapi situasi bahaya. Di samping itu, bangunan ini juga digunakan untuk sarana ibadah. Oleh karenanya Pesanggrahan Taman Sari juga dilengkapi dengan masjid, tepatnya di bangunan Sumur Gumuling.

Kompleks Taman Sari yang menempati lokasi seluas lebih dari 12 hektare berarsitektur dan relief perpaduan antara gaya arsitektur Hindu, Budha, Islam, Eropa, dan Cina itu selesai dibangun pada tahun 1765 Masehi. Untuk memberi makna pada setiap bangunan, Sri Sultan Hamengku Buwono I waktu itu memberi nama masing-masing bangunan yakni Keraton Pulo Kenanga, Masjid Taman Sari dan Pulo Penambung yang terapung di atas air, kolam pemandian dan gedung tempat tidur Sri Sultan dan Permaisuri.

Dalam Babad Memana dan serat rerenggan, pengadaan bahan bangunan pembangunan Tamansari dipimpin Rangga Prawiro Sentiko, Bupati Madiun. Sedang pengawas pelaksanaan pembangunan dilakukan Tumenggung Mangundipuro.

Dalam catatan sejarah, pada tahun 1812 beberapa bangunan hancur akibat serangan Inggris dan tahun 1867 terjadi gempa bumi yang juga menghancurkan beberapa bangunan di kompleks Taman Sari. Namun saat ini keagungan masa lampau itu sirna oleh menjamurnya rumah-rumah penduduk di sekitarnya, kompleks Taman Sari sesungguhnya menjadi tak jelas.

Bangunan itu, memiliki nama masing-masing sesuai dengan fungsi atau kegunaan, seperti Gapura Agung adalah pintu masuk menuju kompleks Taman Sari yang dilengkapi dengan empat gedung kembar yang berfungsi sebagai pos penjagaan dan disebut pecaosan serta ada tempat ganti pakaian abdi dalem yang sehabis menjalankan tugas penjagaan yang disebut paseban.

Kolam pemandian terletak di sebelah selatan masjid membujur dari utara ke selatan terdiri dari kolam pemandian yang disebut Umbul Kawitan, Umbul Pamuncar, Umbul Panguras.

Umbul Panguras adalah kolam pemandian khusus bagi Sri Sultan, sedangkan Umbul Pamuncar adalah kolam pemandian yang disediakan bagi permaisuri, dan Umbul Kawitan untuk putra-putrinya Raja.

Bangunan lain Gedung Cemeti, Taman Ledoksari merupakan tempat peraduan dan tempat yang sangat pribadi untuk raja. Dalam sebuah rumor, menyebutkan, Taman Sari memiliki terowongan yang ujungnya tembus ke pantai selatan yang disebut Parangkusuma dan berfungsi sebagai sarana persiapan penyelamatan jika terjadi peperangan.

Satu bangunan yang menyiratkan perpaduan arsitektur Portugis dan Jawa adalah Sumur Gumuling, Bentuknya menyerupai gedung teater melingkar dan tepat di tengah bangunan, terdapat telaga buatan (Segaran) terdapat puing bangunan besar dan luas.

Di salah satu sisinya terdapat tangga setapak yang gelap menjuju lorong bawah tanah Taman Sari yaitu Sumur Gumuling. Di ujung lorong terus menuju atrium (bilik) bundar yang terbuka bagian atasnya. Di tengah dasar atrium ada kolam kecil seperti sumur. Ruang kecil di sisi barat dari kedua galeri ini dipakai sebagai masjid. Jika dilihat dari keunikan struktur bangunan ada kemungkinan tempat itu didesain sebagai tempat meditasi dan pengasingan diri.

Selain itu menurut mitos, terowongan tersebut juga berfungsi sebagai jalan pertemuan antara Sultan dengan Penguasa Laut Selatan yaitu Nyai Roro Kidul.
Di tempat tinggal raja, dulunya disediakan ruang membatik, ruangan pementasan tari Bedoyo dan Srimpi, dengan atap terbuka sehingga Raja dan kerabatnya bisa menikmati pemandangan kota dan sekitarnya.
Pemugaran Taman Sari terhitung sebagai satu dari 100 situs dunia yang terancam hancur. Jika ini terjadi maka Keagungan budaya dan seni masa lampau, tak akan bisa dipertahankan. Karena itu, berbagai sumber dana dikucurkan untuk membenahi peninggalan kuno situs kompleks Taman Sari.

Atas jasa Jogja Heritage Society The Calooste Golbenkian Foundation Portugal, yang memang bergerak di bidang bangunan peninggalan Portugal di dunia, mengulurkan tangannya untuk membantu renovasi Taman Sari. Kebetulan, Umbul Binangun yang saat ini sedang dilakukan renovasi besar-besaran memang berarsitektur Portugal, dan dua lainnya direnovasi dari dana APBN dan APBD DIY.

Sementara, dana dari APBN diusulkan untuk memugar gerbang dan urung-urung (lorong) Pulo Panambang dan gerbang Taman Umbul Sari. Adapun dana lain yang akan mengucur dari APBD DIY diproyeksikan untuk mendanai pembangunan Sumur Gumuling dan Pulo Cemeti.

Menurut informasi yang diperoleh, Pemda DIY sudah memugar komplek Taman Sari sejak tahun 1977, dan lewat dana APBN, Dinas Purbakala melakukan pemeliharaan setiap harinya.

Persoalan pertama yang harus dipecahkan adalah memindahkan 2.500 rumah warga yang berjejal di kawasan Taman Sari. Warga yang sudah tinggal puluhan tahun di tanah kraton tersebut tidak bisa begitu saja dipindahkan.

Ketua Unit Keraton Yogyakarta Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, Eka Hadiyana menjelaskan, renovasi Taman Sari harus dilakukan secara bertahap, karena Sultan HB X yang saat ini memerintah Ngayogyakarta, tidak ingin perbaikan Taman Sari justru menghilangkan auranya.

Karena itu untuk memugar Taman Sari, bukan berarti memolesnya. Tetapi menatanya kembali. Air di Umbul Binangun yang terlihat keruh dan berlumut dikuras dan lapisan-lapisan hasil renovasi sebelumnya, dibuka kembali. Eka menuturkan dengan dikomando langsung oleh orang Portugis, keaslian arsitektur Portugis itu akan terkuak.

“Setelah dilakukan pengangkatan lapisan pertama di Umbul Binangun, maka kita justru mengetahui bahwa di lapisan dasar, terdapat sumber mata air,” ucapnya.

Menurutnya, meski debit air saat ini menjadi sangat kecil, dulunya kolam ini sengaja diciptakan di atas sumber mata air.

Selain itu, tim renovasi juga menemukan lobang penghubung antarkolam pemandian. “Yang dulunya hanya dua, ternyata saat digali, ada tiga lobang yang menghubungkan kolam di utara dengan selatan,” jelasnya.

Menurutnya, menunggu hasil renovasi memang tidak bisa cepat. Paling tidak akhir tahun 2004, Umbul Binangun akan kembali keasriannya. “Renovasi bukan untuk memugar tetapi justru mengembalikan ke bentuk aslinya,” paparnya. Inilah tentang pemugaran kompleks Taman sari. Selain itu banyak wisata menarik lain di Jogja, kunjungi dan rasakan betapa indah, nyaman dan eksotisnya kota ini.

Pembangunan Taman Sari

Pembangunan Taman Sari yang lekat dengan arsitektur Portugis ini ditangkap oleh telinga penduduk asli Yogyakarta dan diterjemahkan ke dalam berbagai versi cerita. Versi pertama menyebutkan, seorang bangsa asing terdampar di Mancingan daerah di pantai selatan Yogyakarta. Masyarakat di daerah tersebut menduga bahwa orang tersebut termasuk sebangsa jin atau penghuni hutan.

Masyarakat menganggapnya demikian, karena orang tersebut menggunakan bahasa yang tidak dimengerti. Akhirnya orang asing itu dihadapkan kepada Sultan Hamengku Buwono II yang saat itu masih memerintah.

Sultan akhirnya mengambil orang asing tersebut sebagai abdinya. Beberapa lama kemudian, orang itu bisa berbahasa Jawa dan mengaku sebagai orang Portugis yang kemudian menjadi abdi yang mengepalai pembuatan bangunan.

Sultan pun memerintahkannya untuk membuat benteng. Rupanya Sultan merasa puas dengan hasil kerja orang Portugis tersebut, dan kemudian menganugrahinya sebagai demang. Maka orang asing itu mendapat nama Demang Portugis atau Demang Tegis. Dari sinilah, ia diperintahkan untuk membangun Pesanggrahan Taman Sari.



Akses dan Lokasi

Untuk menuju Istana Air Tamansari Yogyakarta petualang memang perlu ekstra berkendara terutama bagi yang belum pernah sama sekali berpetualang di Jogja. Istana Air Tamasari terletak di Jalan Taman sekitar 10 menit dari keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, bagi yang melalui jalur barat (Jakarta atau Kebumen) bisa menuju jalan lingkar barat (Ring Road Barat tapi bukan menuju jalan ini, hanya melewati) setelah melalui Jalan Wates lalu lurus menuju jalan RE Martadinata – Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan – Belok kiri menuju Jalan Nyai Ahmad Dahlan – lurus Jalan Ngasem – belok kiri Jalan Taman. Kalau dari Magelang atau Semarang, bisa melalui jalan Magelang kearah selatan melewati Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letnan Jendral Suprapto – belok kiri ke arah jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan – Jalan Nyai Haji Ahmad Dahlan – Jalan Taman. Jika dari arah timur atau Surakarta atau Klaten bisa melalui Prambanan ke arah barat menuju pertigaan Janti ( naik ke jalan layang) belok kiri ke arah Ring Road Timur – Jalan Kusumanegara – Jalan Sultan Agung – Jalan Nyai Ahmad Dahlan. Atau dari jalan Janti (Jogja Expo Center) ke arah Jalan Ngeksigondo – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan mentri Supeno – Jalan Kolonel Sugiyono lurus ke Jalan Sutoyo belok kanan ke jalan gading (ada gapura plengkung / setengah lingkaran) melewati alun-alun selatan – Jalan Taman.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Istana Air Tamansari cukup terjangkau bagi para Petualang, untuk sekali masuk  dikenakan tiket Rp. 5.000,- belum termasuk parkir kendaraan melalui pintu depan, kecuali Petualang masuk dari sumur gemuling hanya membayar parkir saja namun harus berjalan sekitar 1kilometer. Kalau petualang memerlukan ‘guide wisata’, di Tamasari banyak orang yang bekerja menjadi guide info tour, biasanya mereka menunggu ada di depan pintu gerbang masuk Istana Air Tamasari. Untuk biaya tambahan biasanya sekitar Rp. 25.000 ,- (guide tour biasanya bilang sekedarnya tanpa menyebut besaran yang mereka minta).

Keunikan Taman Sari

Bangunannya yang mempunyai arsitektur yang indah sehingga para wisatawan khususnya penggemar photography suka dengan spot seperti ini. Bukan hanya bangunannya saja yang indah, disana terdapat kolam dengan air yang jernih yang dapat memanjakan mata kita.

Opini dan Himbauan

Walaupun tak seindah dan sesejuk ketika jaman dulu Istana ini dibuat, namun keunikan dan artistik dari bentuk bangunan Tamansari bisa menyenangkan untuk dinikmati. Cuaca yang panas tidak menjadi persoalan, apalagi ketika melihat kolam-kolam air yang menyegarkan dan menyejukan seolah memanggil untuk segera berendam. Namun karena memang Istana Air Tamansari ini merupakan bangunan cagar budaya, tidak lagi diperbolehkan untuk para Petualang nyegur dan berendam. Istana Air Tamansari sangat pas untuk dijadikan alternatif tambahan ketika ingin menyusuri Jogja untuk melihat keindahan dan keunikan Jawa dijamannya hingga sekarang.

Kalau berpetualang hari ahad, tipsnya adalah datang pagi ke Istana Air Tamasari lalu berjalan beberapa meter ke arah belakang menuju Sumur Gumuling. Nah, sebelum jam menunjukan pukul 10.00 am silakan untuk segera berkunjung ke Keraton Jogjakarta untuk melihat tari dan iringan musik gamelan yang mengugah rasa, kalau boleh dinilai maka tari dan musik di keraton Jogja bisa dinilai sepuluh plus (10+). Selain gerakan tarian yang sangat bagus, juga tabuhan musik gamelan yang membuat pendengarnya untuk tetap terdiam menikmati.

Sumber:

Part 4


Museum Dirgantara Yogyakarta


Sejarah singkat diresmikannya Museum Dirgantara Mandala adalah pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Rusmin Nuryadin berkedudukan di Makowilu V Tanah Abang Bukit, Jakarta. Namun dengan penuh pertimbangan dan karena Yogyakarta merupakan pusat perjuangan TNI AU periode 1945-1949 serta tempat lahir. Maka Yogyakarta dipilih sebagai tempat pindah Museum Dirgantara Mandala, dan diresmikannya kembali pada tanggal 29 Juli 1978.

Untuk mengobati rasa penasaran wisata jogjakarta  mengenai alutsista udara khususnya, tak ada salahnya kita mengunjungi Museum Dirgantara Mandala. Di museum ini terdapat berbagai koleksi di enam gedung, yang jumlahnya lebih dari 10.000 buah, 36 pesawat tebang, 1.000 foto , 28 diorama, lukisan-lukisan, pakaian dinas, sejumlah buku yang disimpan diperpustakaan dan tanda kehormatan.
Pada awalnya museum ini berada di Jakarta, namun karena Yogyakarta merupakan kota kelahiran TNI AU, maka dipindahlah museum ini. Apabila berkunjung, Anda akan melihat beragam pesawat hebat di masanya. Anda pun diperkenankan untuk berfoto di pesawat bahkan mengenakan pakaian penerbang, bergaya bak pilot pesawat tempur di pesawat sungguhan koleksi museum.

Bisa melihat pesawat terbang dari dekat. Saat ini, museum ini memiliki koleksi sejumlah 10.000 buah, 36 pesawat terbang, 1.000 foto, 28 diorama, lukisan-lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, dan sejumlah koleksi buku yang disimpan di perpustakaan. Koleksi masterpiece adalah repliKa pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh di daerah Ngoto, bantul oleh Belanda ketika hendak mendarat di Maguwo Yogyakarta.
Museum Dirgantara Mandala merupakan museum yang dikelola oleh TNI Angkatan Udara dan menyajikan secara lengkap tentang sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia. Di museum ini wisatawan bisa menyaksikan beragam koleksi alutista dan pesawat mulai dari pesawat sipil, pesawat tempur, hingga rudal TNI AU.

Sebagai basecamp sekaligus kota kelahiran TNI AURI, Yogyakarta memiliki sebuah museum dengan koleksi kedirgantaraan yang paling lengkap di Indonesia. Museum tersebut adalah Museum Dirgantara Mandala. Beragam pesawat yang memiliki peranan penting dan pernah berjasa dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia disimpan di museum ini. Karena itu, Museum Dirgantara merupakan salah satu tempat yang wajib Anda datangi saat berkunjung ke Yogyakarta.

Berada satu lokasi dengan kompleks perumahan, perkantoran, dan pusat pendidikan TNI AU, Museum Dirgantara memiliki halaman berumput hijau yang sangat luas dan sejuk. Dulunya Museum Pusat TNI AU ini berlokasi di Jakarta, namun mengingat bahwa Yogyakarta adalah tempat kelahiran TNI AU maka museum pun dipindah ke kompleks Lanud Adisutjipto.

Mengunjungi Museum Dirgantara Mandala adalah hal yang sangat menarik. Pengunjung dapat melihat koleksi lengkap kedirgantaraan di Indonesia serta menyaksikan betapa pemberaninya pilot-pilot Indonesia pada zaman perjuangan kemerdekaan. Di museum ini terdapat 38 koleksi pesawat, baik pesawat tempur maupun pesawat sipil.

Beberapa pesawat yang memiliki nilai sejarah tinggi antara lain replika pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh oleh Belanda di Ngoto saat hendak mendarat di Maguwo, pesawat Guntei bersayap ganda bekas tentara Jepang yang digunakan untuk melakukan pengeboman pertama dalam sejarah TNI AU, serta koleksi pesawat Mustang yang digunakan untuk menggempur Permesta.

Selain koleksi pesawat, di museum yang gedungnya dibagi menjadi 6 ruang ini pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi lainnya. Di tempat ini terdapat koleksi foto, lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, buku, senjata api, senjata tajam, mesim pesawat, radar, bom atau roket, parasut, hingga diorama yang disusun berdasarkan kronologi peristiwa. Salah satu koleksi menarik adalah diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan pesawat tersebut.

Hal yang menyenangkan lainnya saat mengunjung Museum Dirgantara selain menyaksikan aneka koleksinya yang menarik, wisatawan juga bisa naik ke beberapa pesawat yang memang diijinkan untuk dinaiki. Bahkan wisatawan juga bisa menyewa pakaian pilot dan bergaya di dalam pesawat laksana pilot sungguhan. Di museum ini juga terdapat wahana simulasi menerbangkan pesawat.
Lokasi dan Akses

Museum Dirgantara Mandala terletak di dalam kompleks TNI Angkatan Udara Republik Indonesia, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Meskipun lokasinya agak tersebunyi, wisatawan bisa menemukan museum ini dengan mudah. Dari fly over janti silahkan menuju Ring Road Timur, sesampainya di depan SMA Angkasa belok ke kiri. Jika naik bis kota wisatawan bisa turun di SMA Angkasa dan jalan kaki sekitar 200 meter menuju museum.

Dari bandara Adi Sucipto, Dari pintu keluar bandara internasional Adi Sucipto belok ke kiri (barat) sampai di pertigaan Janti. Dari pertigaan Janti belok ke kiri (selatan) lalu naik ke jembatan layang (fly over) Janti lalu ikuti jalan. Setelah menurun, kurangi kecepatan, lalu belok ke kiri, persis setelah turunan jembatan layang di sebelahnya SMK Angkasa.Kira-kira 50 meter ada portal yang dijaga TNI. Setelah mengurus persyaratan bisa masuk ke kompleks AURI. Lokasi museum ada di ujung kompleks. 

Jam Kunjung dan Harga Tiket

Museum Dirgantara Mandala buka pada hari Senin – Minggu dari pukul 08.30 – 15.00 WIB. Tiket perorangan sebesar Rp 4.000, jika rombongan (30 orang ke atas) Rp 2.000. Berhubung lokasinya di kompleks TNI AU, maka setiap wisatawan yang berkunjung wajib membawa identitas diri yang masih berlaku dan lapor kepada petugas jaga. Bagi rombongan yang ingin berkunjung ke museum ini bisa menghubungi pengelola museum di nomor 0274 484453.

Keunikan Museum Dirgantara

Museum Dirgantara ini menurutku sangat unik. Karena kita dapat mengetahui jenis-jenis pesawat apa saja yang ada disitu. Museum ini membuat kita tidak melupakan sejarah. Bisa melihat pesawat terbang dari dekat. 

Opini dan Himbauan:

Tempat ini sangat reccomended untuk kita mengetahui jenis-jenis pesawat yang ada disitu. Biasanya museum ini digunakan untuk studytour anak-anak TK/SD dan mereka sangat senang dengan museum ini. Museum ini cocok bagi semua kalangan karena selain dapat digunakan untuk penelitian ataupun dapat digunakan sebagai objek photography. Di museum ini terdapat banyak spot yang bagus bila anda suka dengan dunia photography. Menurut saya museum ini sangat reccomended karena selagi kita bisa belajar dan mengetahui tentang dunia dirgantara kita juga dapat memanfaatkan spot di museum ini sebagai objek photography.

Sumber:

Part 3

SENDRATARI RAMAYANA



Sejarah Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana Prambanan adalah singkatan dari kata seni drama dan tari artinya seni drama yang ditarikan. Yang sebelumnya disebut Ramayana Ballet.   Keistimewaan panggung terbuka di Prambanan adalah pada ukuran yang besar 14 m X 50 m dan dibangun sebagai bangunan yang menyatu dengan Candi Prambanan ( Candi Siwa) sebagai latar belakangnya dan menyatu dengan lingkungan alam yaitu Gunung Merapi serta langit biru sebagai dekorasi alamnya.  Sendratari Ramayana merupakan Sendratari kedua yang diciptakan oleh I Wayan Beratha dan pertama kali dipentaskan pada tahun 1965 yaitu untuk memperingati hari ulang tahun ke V KOKAR Bali di Denpasar. Ada dua jenis sendratari Ramayana yaitu kecil dan besar yang pernah ada di Bali. Sendratari Ramayana kecil yang biasanya disebut “Ramayana Ballet” mempunyai durasi pentas sekitar satu jam dan dimainkan oleh antara 11 sampai 20 orang penari. Kisah yang dibawakan merupakan cuplikan dari bagian – bagian ceritra Ramayana yang tersebar di dalam 7 kanda, dimulai dari diculiknya Dewi Sita oleh Rahwana dan berakhir dengan gugurnya raja Alengka ini. 

Sendratari Ramayana besar yang biasa disebut sebagai sendratari Ramayana kolosal adalah yang berdurasi sekitar 2 – 3 jam dengan pendukung yang berjumlah ratusan orang, dengan melibatkan sedikitnya 2 buah barung gamelan. Sendratari ini biasanya difokuskan pada satu dari ketujuh kanda yang ada dalam kisah Ramayana. 
Sendratari Ramayana (Ramayana Ballet) adalah salah satu pertunjukan mahakarya seni yang menggabungkan seni drama dan tari. Sendratari Ramayana pertama kali dipentaskan di Candi Prambanan pada tahun 1961. Penggagasnya adalah KPGH Jati Kusuma, salah satu kerabat Keraton Surakarta. Beliau ingin menampilkan pertunjukan kolosal dengan latar belakang sejarah. Kini, Sendratari Ramayana ini dikelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko. Suasananya begitu memukau saat lampu berwarna kekuningan menyoroti panggung yang berlatar belakang Candi Prambanan yang indah nan eksotik. Dan saat belasan nayaga (penabuh gamelan) mulai menabuh, perpaduan denting kenong, saron, gambang, dan tabuhan gong akan mengajak kita ke dunia Ramayana.


Pertunjukan yang berlangsung selama dua jam ini berkisah tentang legenda Ramayana yang terpahat di relief Candi Siwa, salah satu candi yang ada di kompleks Candi Prambanan. Kisahnya diawali dengan Rama yang berhasil memenangkan sayembara dan mempersunting Dewi Shinta. Saat Rama, Shinta, dan Lesmana (adik Rama) berada di Hutan Dandaka, mereka bertemu dengan Rahwana, Raja Alengka. Rahwana terpesona dengan kecantikan Dewi Shinta dan ingin mengambilnya menjadi istrinya. Rahwana lalu bersiasat supaya dapat menculik Shinta. Dengan bantuan raksasa Marica, Marica lalu mengubah diri menjadi kidang (kijang) emas untuk menarik perhatian Shinta. Siasat itu berhasil. Shinta lalu meminta Rama untuk menangkapkan kijang emas itu untuknya. Rama pun mengejar kijang emas itu sampai jauh. Saat Rama tak kunjung kembali, Lesmana lalu mencari Rama. Lesmana meminta Shinta untuk tidak keluar dari lingkaran sakti yang ia buat. 

Namun Rahwana lalu menyamar sebagai kakek tua sehingga Shinta jatuh kasihan dan akhirnya Rahwana berhasil menculik Shinta dan membawanya ke Alengka. Kisah selanjutnya lalu bercerita tentang perjuangan Rama untuk merebut kembali Shinta. Rama dibantu oleh Anoman kera putih yang sakti, Raja Kera Sugriwa dan pasukan kera. Secara keseluruhan, jalan cerita kisah Ramayana ini dirangkum dalam empat lakon/babak, yaitu: penculikan Shinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna dan Rahwana, dan pertemuan kembali Rama dan Shinta.
Sendratari ini sama sekali tidak menyajikan dialog, hanya ada narasi jalan cerita yang ditembangkan oleh pesinden dalam bahasa Jawa. Saat tidak ada bahasa verbal yang dilontarkan, ini saatnya kita untuk belajar memahami apa yang tak tersampaikan oleh kata-kata. Lewat gerakan tari yang luwes dalam balutan kostum warna-warni yang cerah, ekspresi wajah para penari, tata lampu yang apik dan alunan musik yang terus mengiringi, kita diajak untuk mengikuti jalan ceritanya. Penonton juga dijamin akan terkagum saat menyaksikan atraksi api dalam lakon Anoman Obong. Saat pasukan kerajaan bermaksud membakar Anoman, Anoman berakrobat melewati kobaran api lalu balik membakar Kerajaan Alengka. Dalam gelap malam, tampak nyala api berkobar-kobar di antara siluet Candi Prambanan. Atraksi api juga terdapat dapat lakon Shinta Obong, yaitu di bagian akhir kisah di mana Dewi Shinta mencoba membuktikan kesucian dirinya terhadap Rama dengan melakukan pati obong (bakar diri).

Bila Klikers ingin menyaksikan Sendratari Ramayana ini, saya sarankan anda mengatur jadwal liburan antara bulan Mei-Oktober. Selama bulan Mei sampai Oktober, pertunjukan akan diadakan di Panggung Terbuka Ramayanan yang berlatarkan Candi Prambanan. Sedangkan bila Klikers datang di antara bulan November-April, maka pertunjukan diadakan di Panggung Tertutup Trimurti dikarenakan musim hujan di bulan-bulan ini. Sendratari Ramayana di Prambanan ini diadakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 19.30-21.30. Pada minggu pertama bulan Mei hingga Oktober, pertunjukan akan dipentaskan per babak selama empat malam berturut-turut. Selain di waktu itu, pertunjukan akan digelar secara full story atau empat babak berturut-turut dalam satu malam.

Jadwal Panggung Tertutup Trimurti:
Januari
1, 4, 6, 8, 11, 13, 15, 18, 20, 22, 25, 27, 29
Pebruari
1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 26
Maret
1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 26, 29, 31
April
2, 5, 7, 9, 12, 14, 16, 19, 21, 23, 26, 28, 30
Nopember
1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 26, 29
Desember
1, 3, 6, 8, 10, 13, 15, 17,20, 22, 24, 27, 29, 31
Jadwal Panggung Terbuka:

Mei
3, 5, 7, 10, 12, 14, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 24,26, 28, 31
Juni
1, 2, 3, 7, 8, 9, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20,21, 22, 23, 25, 28, 29, 30
Juli
2, 5, 6, 7, 9, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18,19, 20, 21, 22, 23, 26, 27, 28, 30
Agustus
2, 3, 4, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 23, 24, 25, 27, 30
September
1, 3, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15,17, 20, 22, 24, 27, 29
Oktober
1, 4, 6, 8, 11, 13, 14, 15, 16, 17,18, 20, 22, 25, 27, 29
*tanggal yang digaris bawah = pertunjukan satu babak empat hari berturut-turut.

Berikut adalah denah tempat duduk beserta harga kursi untuk menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana:
Keunikan Sendratari Ramayana:

Sendratari Ramayana adalah seni pertunjukan yang cantik, mengagumkan dan sulit tertandingi. Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana, epos legendaris karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sanskerta. Pertunjukan Sendratari Ramayana ini biasa dilakukan pada malam hari. Pertunjukkan dengan lighting yang bagus dan dengan penampilan para penari yang indah ini tak akan mengewakan para penonton.

Lokasi

Pertunjukkan Sendratari Ramayana biasa di lakukan di Candi Prambanan. Akses untuk kesana anda bisa dengan menggunakan mobil, bus pariwisata ataupun sepeda motor. Jika anda ingin diantar jemput pulang pergi dari hotel tempat anda menginap anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 75.000/orang – Sendratari Ramayana – kembali ke hotel
Waktu penjemputan antara 17.30 – 18.00 (sebutkan nama yang anda gunakan untuk rservasi dan nomer kamar jika sudah ada)

Peraturan Pertunjukan Jika Terjadi Hujan

Pertunjukan dimulai pukul 19.30, apabila terjadi hujan maka pertunjukan akan ditunda selama 30 menit, apabila hujan tidak reda maka pertunjukan akan dipindah ke panggung tertutup Tri Murti
Apabila hujan turun pada saat pertunjukan telah berlangsung kurang dari 30 menit maka pertunjukan akan ditunda 30 menit, apabila hujan tidak reda pertunjukan akan dipindah ke panggung tertutup
Apabila hujan turun setelah pertunjukan berlangsung lebih dari 45 menit, maka pertunjukan selesai dan tidak ada pengembalian dana.

Opini dan Himbauan:

Jika Anda ingin melihat pertunjukan Sendratari Ramayana, anda harus memesan tiket lebih dulu agar tidak kehabisan tiket, pasalnya pertunjukkan ini sangat diminati dikalangan masyarakat lokal maupun luar negeri. Jika anda ingin menikmati pertunjukkan malam yang berbeda dari pertunjukkan lain, lihatlah pertunjukkan Sendratari Ramayana ini, saya jamin anda bakal terpukau. Pertunjukkan Sendratari Ramayana ini sangat reccomended, karena pertunjukkan ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang memang sudah terlatih dalam bidang kesenian. Pertunjukkan ini bisa membuat anda terpukau karena tampilan lighting dan tidak membosankan. Bila sedang musim kemarau, biasanya pertunjukkan ini dilakukan secara outdoor yang membuat suasana menjadi menyatu dengan alam. Its amazing! Himbauannya, bila anda menonton pertunjukkan ini di outdoor, disarankan agar membawa jaket dikarenakan angin malam yang dingin. Overall, its reccomended!

Sumber:


Part 2


CANDI PRAMBANAN

Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah kelompok percandian hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh rakai pikatan yang kemudian diselesaikan oleh rakai balitung berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M “Prasasti Siwagraha” sebagai manivest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan mataram ke Jawa Timur berakibat tidak terawatnya candi-candi di daerah ini ditambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali meletus nya gunung merapi menjadikan candi prambanan runtuh tinggal puing-puing batu yang berserakan. Sungguh menyedihkan itulah keadaan pada saat penemuan kembali candi prambanan.

Usaha pemugaran yang dilaksanakan pemerintah hindia-belanda berjalan sangat lamban dan akhirnya pekerjaan pemugaran yang sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran candi induk lorojonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Dr. Ir. Sukarno sebagai presiden RI pertama.
Sampai sekarang pekerjaan pemugaran dilanjutkan, yaitu pemugaran candi brahma dan candi wisnu. Candi Brahma dipugar mulai tahun 1977 dan selesai serta diresmikan   pada tanggal 23 Maret 1987. Sedangkan candi wisnu mulai dipugar pada tahun 1982, selesai dan diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 27 April 1991.
Bangunan candi ini sudah ada sejak abad ke – 9 masehi. Candi Prambanan dibuat untuk pengabdian dan pemujaan pada 3 dewa utama agama Hindu yang sering disebut sebagai “Trimurti”. Mereka adalah, Brahma sebagai Dewa pencipta, Wisnu sebagai Dewa pemelihara dan Siwa sebagai Dewa pemusnah. Dalam ajaran agama Hindu, ketiga Dewa ini diyakini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.

Awalnya, pada kompleks candi Prambanan terdapat 240 candi, namun kerena sebab tertentu sekarang hanya tersisa 18 candi saja, sangat disayangkan bukan ?. Wilayah Candi Prambanan terbagi atas 3 bagian, bagian luar, tengah yang berisi kempulan candi dan bagian dalam dipercaya sebagai tempat tersuci dari seluruh wilayah candi. Ketiga bagian ini dibatasi oleh dinding yang terbuat dari batu andesit dan apabila kita lihat sekilas Candi Prambanan berbentuk seperti lahan bujur sangkar.
Objek wisata Candi Prambanan yang merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia dan terkenal dengan kisah legenda Roro Jonggrang ini dibangun pada abad ke 9 Masehi. Konon di Jawa Tengah terdapat dua kerajaan yaitu, Pengging dan Baka. Pengging dipimpin oleh Prabu Damar Maya yang memiliki putra bernama Raden Bandung Bondowoso yang gagah perkasa dan sakti. Sedangkan kerajaan Baka dipimpin oleh raksasa bernama Prabu Baka dan memiliki putri cantik bernama Roro Jonggrang.

Untuk memperluas kekuasaannya, prabu Baka berusaha menaklukan kerjaan Pegging. Tapi dalam penyerangan tersebut prabu Baka terbunuh oleh Bandung Bondowoso dan bahkan akhirnya kerajaan Baka justru diserang balik dan dapat dikuasai oleh pasukan yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso tersebut. Pada saat pendudukan kerajaan Baka, Bandung Bondowoso terpikat oleh kecantikan Roro  Jonggrang dan ingin mempersuntingnya. Namun, Roro Jonggrang menolak karena ia tidak mau menikah dengan orang yang telah membunuh ayah kandungnya sendiri. Setelah dibujuk rayu olah Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang pun menyetujui lamarannya dengan syarat ia minta dibangunkan seribu candi dalam waktu satu malam.

Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso pun membangun candi dengan bantuan para mahluk halus. Ketika Rara Jonggrang mendengar kabar bahwa seribu candi sudah hampir selesai, sang putri berusaha menggagalkannya. Ia membangunkan para dayang istana untuk mulai menumbuk padi. Ia juga memerintahkan agar gundukan jerami dibakar di sisi timur. Mengira bahwa pagi telah tiba, para makhluk halus lari ketakutan. Akibatnya, hanya 999 candi yang berhasil dibangun. Setelah tahu bahwa semua itu adalah muslihat Rara Jonggrang, Bandung Bondowoso pun mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu. Sang putri berubah menjadi arca terindah untuk menggenapi candi terakhir.

Keunikan Candi Prambanan

Keunikan Candi Prambanan yaitu:
1) Candi Siwa terbesar
Candi Siwa, candi tertinggi dalam kompleks Candi Prambanan merupakan bangunan pemujaan Siwa terbesar yang ada di Indonesia. Puncaknya menjulang sampai 47 meter. Dugaan sejarawan, saat Prambanan dibangun pada abad ke-9, agama yang dianut Kerajaan Medang Mataram beralih dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Dewa Siwa.
2) Replika Gunung Mahameru
Bernama asli Siwagrha, Prambanan dirancang menyerupai rumah Siwa. Artinya meniru bentuk dari gunung suci Mahameru, tempat dewa bersemayam.
Setiap bagian dari kompleks candi juga meniru pola alam semesta yang dianut oleh kosmologi Hindu. Terbagi menjadi beberapa lapis loka, mulai dari yang kurang suci sampai yang paling suci.
3) Candi Menara Sudut yang paling suci
Walaupun bukan candi utama yang menyimpan patung Mahadewa Siwa, menurut pengelola Prambanan, Candi Menara Sudut merupakan wilayah paling suci di kompleks Candi Prambanan.
4) Searah jarum jam
Kalau mau mengikuti kisah Ramayana yang menghiasi lorong-lorong Candi Siwa, kamu harus masuk dari sisi timur lalu pradakshina. Yang disebut pradakshina adalah jalan memutar sesuai arah jarum jam. Lanjutan dari cerita Ramayana bisa kamu temukan di Candi Brahma yang terletak di sisi selatan.
5) Halilintar
Coba lihat puncak dari Prambanan. Ada semacam mahkota, disebut puncak mastaka, yang melambangkan intan atau halilintar.

Lokasi Candi Prambanan

Alamat candi Prambanan: Jalan Raya Jogja – Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta 55571
Jalan menuju candi Prambanan tidaklah sulit. Jika Anda menggunakan pesawat dan turun di Adi Sucipto Air port, maka Anda bisa langsung naik taksi ke arah timur atau menjauh dari pusat kota Jogja. Jarak dari bandara hanya sekitar 15 menit jika menggunakan kendaraan bermotor.
Jika menggunakan bis, naiklah jurusan bis Jogja-Solo atau rute yang lebih jauh tapi melewati Jogja dan Solo. 

Lalu langsung turun di depan loket masuk candi Prambanan.
Jika membawa kendaraan pribadi dari arah barat, selatan maupun utara Jogja (Semarang misalnya), ambillah jalan ringroad dan berkendaralah ke arah timur Jogja. Setelah ketemu jalan Solo, maka luruslah berjalan ke arah timur hingga Anda mendapati bangunan candi besar di sebelah kiri Anda. Candi Prambanan dibuka setiap hari dari mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB.
Harga Tiket Masuk
    • Wisatawan lokal adalah Rp. 30.000,- (dewasa), Rp. 12.500 (anak 3-6 tahun)
    • Wisatawan asing adalah USD $ 18.
    • Paket Prambanan dan Candi Ratu Boko Rp.45.000,-
    • Karcis izin membawa kamera Rp.1000,-/kamera.
 Fasilitas Candi Prambanan
  1. Tempat Parkir.
    Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, Anda tidak perlu khawatir untuk memarkir kendaraan karena di sekitar taman, pengelola candi Prambanan telah menyediakan tempat parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua, empat bahkan bis sekalipun.
  2. Tempat Ibadah.
    Jika Anda ingin shalat, Anda bisa menunaikannya di masjid yang terletak di seberang jalan candi Prambanan. Tidak sulit untuk menuju masjid karena selain letaknya yang juga berada persis di pinggir jalan, bangunannya yang besar dan megah membuat masjid ini dapat dilihat dengan mudah.
  3. Penginapan.
    Jika Anda datang pada malam hari dan ingin menginap sambil menunggu esok pagi, Anda bisa menemukan beberapa alternative penginapan dan hotel di sekitar candi Prambanan. Tapi sejauh ini saya baru menemukan tiga hotel yang berada tidak jauh dari Candi Prambanan, yaitu Candi View Hotel, Puri Devata Resort dan Hotel Edotel Kalasan (berada di seberang jalan candi Prambanan). Anda bisa mencari booking hotel secara online di Agoda (kartu kredit) atau PegiPegi (bisa dengan transfer) dengan memasukkan kata kunci: “candi prambanan“.
Opini dan himbauan:

Candi Prambanan ini merupakan lokasi yang menurut saya reccomended untuk liburan keluarga, maupun studytour. Di tempat ini, pengunjung di tawarkan paket untuk berkeliling Candi Ratu Boko dan  paket  yang lainnya. Menurut saya, tata kelola dan kebersihan lingkungan nya sudah baik. Di Candi Prambanan terdapat agenda tahunan seperti Acara Sendratari Ramayana yang sangat menakjubkan. Ya memang harga tiket 
untuk menonton ini bisa dibilang cukup mahal, tetapi tidak mungkin mengecewakan penontonnya. 

Pertunjukkan ini biasa  di lakukan pada malam hari. Sungguh menakjubkan!. Himbauannya hanya pengunjung bila ingin berkunjung ke Candi Prambanan anda harus merogoh kocek lebih banyak karena selain untuk membayar tiket, disana juga terdapat pasar meliputi baju,makanan, danlain-lain. Dan juga bila ingin berkunjung ke Candi Prambanan diharapkan tidak pada hari libur karena akan padat akan wisatawan.

Sumber:



Objek Wisata Budaya di Indonesia

Part 1


Pabrik Gula Gondang Winangoen



Yak. Ini adalah pemandangan luar dari Pabrik Gula Gondang Winangoen. Pabrik Gula Gondang Winangoen ini juga disebut Museum Gula.

Sejarah Pabrik Gula Gondang Winangoen:


Pabrik gula ini semula bernama Suikerfabriek Gondang Winangoen, didirikan pada tahun 1860 oleh NV Klatensche Cultuur Maatschappij yang berkedudukan di Amsterdam, Belanda. Pengelolaannya diserahkan pada NV Mirandolle Vaute dan Co yang berkantor di Semarang. Ketika terjadi ekonomi dunia tahun 1930-1935, operasional pabrik sempat berhenti tapi kembali beroperasi pada 1935 – 1942 di bawah pimpinan Boerman dan MFH Breemers, warga negara Belanda.

Pada tahun 1942 – 1945 Jepang menguasai Indonesia akibatnya PG Gondang Winangoen ini juga dikuasai oleh pemerintah kolonial Jepang.  Pimpinan pabrik dipegang oleh orang Jepang, Niskia dan Inogaki, tetapi masih dibantu oleh MFN Breemers. Pasca kemerdekaan Indonesia, pabrik gula ini menjadi milik pemerintah Republik Indonesia. Pengelolaannya diserahkan kepada Badan Penyelenggara Perusahaan Negara (BPPGN) dan dipimpin oleh Bpk Doekoet (1945 – 1948).

Ketika terjadi aksi militer Belanda ke-2, tahun 1948, pabrik tidak beroperasi. Baru pada tahun 1950 pabrik mulai beroperasi kembali. PG Gondang Winangoen pada bulan Desember 1957 diubah menjadi PG Gondang Baru dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT), yang dikuasai dan diawasi oleh PPN Unit Semarang dan pimpinan dipegang oleh R. Imam Sopeno. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 164 tanggal 1 Juli 1964, PT. PG Gondang Baru dimasukkan ke dalam PPN Jateng V di Solo, selanjutnya diubah namanya menjadi PG Gondang Baru.

Selanjutnya, dengan adanya PP No. 14 tanggal 13 April 1968 maka PPN Jateng V dibubarkan dan dibentuk Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) XVI yang berkedudukan di Solo, di mana PG Gondang Baru termasuk ke dalam wilayah ini. Kemudian dengan adanya PP No. 11 tanggal 1 April 1981 PNP XVI dibubarkan dan digabungkan ke dalam PTP XV-XVI (Persero) yang berkedudukan di Solo.
Sejak 9 Mei 1994 PTP XV-XVI (Persero) dikelola oleh PTP XXI-XXII dan selaku direksi berkedudukan di Surabaya, dan pada tahun 1996 PG Gondang Baru masuk PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) hingga sekarang.

Museum gula ini didirikan atas prakarsa Bapak Soepardjo Roestam (Gubernur Jawa Tengah) dan Bapak Ir. Waryatmo (Dirut PTP XV-XVI) dan diresmikan pada 11 September 1982 dalam rangka menyambut kongres internasional International Society of Sugar Cane Technology XIX (ISSCT XIX) yang anggotanya terdiri dari ahli gula seluruh dunia di Pasuruan (22 Agustus 1986). Museum ini didirikan di sebuah gedung kuno bekas tempat tinggal di sebelah barat pabrik gula tersebut. Bangunan museum berada di areal seluas 1.261,20 meter persegi dengan luas bangunan 240 meter persegi yang terdiri dari ruang pameran tetap, perpustakaan, dan musholla, serta dilengkapi dengan tambahan ruang auditorium seluas 753 meter persegi. Pengelolaan museum diserahkan kepada PTP. XV – XVI (Persero) yang berkedudukan di Surakarta dan Pabrik Gula Gondang Baru.

Keunikan Pabrik Gula Gondang Winangoen

Pabrik Gula Gondang Winangoen atau yang sering dikenal dengan sebutan Museum Gula ini dapat dikatakan museum yang unik karena memang tidak ada duanya. Di museum Gula Gondang ini disajikan peta perkebunan gula yang ada di Jawa Tengah lengkap dengan pabrik gula yang masih beroperasi ataupun yang sudah mati. Selain itu juga terdapat berbagai macam peralatan dari yang sederhana seperti sabit, pacul dll serta berbagai peralatan mesin yang digunakan dalam budidaya tebu dan pengolahannya menjadi gula. Di museum ini pengunjung juga dapat belajar bagaimana proses budidaya tebu yang dilakukan pada zaman dahulu sampai zaman sekarang.
Ada salah satu peninggalan pabrik gula ini yang sangat tua dan unik yaitu lokomotif uap kuno buatan Jerman tahun 1818.  Orang-orang pabrik menamakannya Simbah karena umurnya yang sudah sangat tua.
Pada era sekarang, fasilitasnya di lingkungannya ditambah dengan sarana permainan seperti outbond dan kolam renang sebagai daya tarik tambahan bagi masyarakat yang mengunjungi tempat ini. Ada juga sensasi lain dengan menaiki loko uap atau diesel mengelilingi lingkungan pabrik. Dengan kata lain, museum pabrik 
gula ini layak dijadikan kunjungan wisata bagi siapa saja.

Fasilitas Pendukung yang ada di Pabrik Gula Gondang Winangoen

Untuk masuk ke dalam Museum, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar 5000 rupiah. Nah yang ini pasti dapat membuat pengunjung merasa tidak bosan jika hanya dengan berkunjung ke museum tetapi tidak dapat menikmati fasilitas pendukung yang dapat di dalamnya. Di Pabrik Gula Gondang Winangoen fasilitas pendukungnya yaitu adalah Wahana Green Park.
Harga tiket masuk ke Green Park cukup murah, anda cukup mengeluarkan uang sebesar 10.000 rupiah untuk 1 tiket dan  dapat menikmati fasilitas di dalamnya seperti kolam renang,Di Wahana Green Park ini terdapat fasilitas seperti kolam renang, mandi bola, wisata air, flying fox, pijat batu, dan terapi ikan adalah beberapa atraksi yang ditawarkan oleh Wahana Green Park tak jauh dari Museum Gula.. Oh iya, harga tiket masuk Wahana Green Park tidak termasuk tiket terapi ikan, jika anda ingin terapi ikan,anda akan dikenakan biaya sebesar 5000 rupiah. Sementara jika pengunjung lapar, mereka bisa mengisi perut di D’Gonba Resto (Banaran). Selain memakan makanan khas daerah Jawa Tengah, pengunjung bisa merasakan teh dan kopi dengan gula asli produksi Pabrik Gula Gondang Winangoen. Kehadiran air mancur yang menghiasi restoran semakin menambah kenikmatan menyantap kopi dan teh.
Di kompleks sekitaran museum, ada kereta wisata edukasi yang masih bisa dipergunakan untuk menyusuri rel-rel di sekitar area perkebunan. Dahulu kala, petugas pabrik menggunakan kereta untuk mendistribusikan tebu ke pabrik. Sekarang, kegiatan itu digantikan oleh truk-truk pengangkut.

Wisata edukasi sambil naik lori merupakan salah satu atraksi utama Museum Gula Klaten selain melihat-lihat pabrik gula. Pengunjung bisa mengelilingi bangunan tua hingga pabrik tebu dengan menaiki montit. Kereta mini pengangkut tebu itu menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya. Untuk menikmati wisata lorinya, pengunjung dikenakan biaya sebesar 7000 rupiah untuk sekali naik. Untuk wisata murah meriah, lokasi ini patut untuk anda kunjungi karena lokasi ini juga cocok bagi anda yang gemar fotography. Lokasi ini menyimpan banyak sekali lokomotif uap lori yang sudah tidak beroperasi dan beberapa tergeletak dan tak terawat di atas tanah. Belum lagi deretan gerbong lori dan pohon beringin cocok sekali untuk menjadi spot foto klasik. Berikut adalah foto lori wisata.

Dibutuhkan waktu sekitar kurang lebih 30 menit untuk mengelilingi pabrik gula dengna lori wisata. Padahal, jika menggunakan seped amotor, hanya sekitar 5 menit saj untuk mengitari lokasi ini. Namun disitulah nikmatnya wisat alori tersebut, berjalan berlahan menikmati tiap jengkal tanah yang ada di sana.
Lokasi

Pabrik Gula Gondang Winangoen ini berlokasi di  Jalan Solo-Jogja Km 25, Plawikan, Jogonalan., Klaten, Jawa Tengah 57452, (0272) 326057. Untuk Mencapai lokasi tersebut anda dapat menggunakan kendaraan  seperti motor, mobil, atau bus umum. Pabrik Gula Gondang Winangoen ini letaknya strategis, berada di pinggir jalan sehingga bila anda menggunakan transportasi seperti bus umum, anda hanya turun tepat di pinggir jalannya. Jika menggunakan bus umum, bila dilalui dari Terminal Penggung, anda hanya mengeluarkan biaya sebesar 7000 rupiah. Bila anda berkunjung ke pabrik Gula Gondang Winangoen ini dari Terminal Penggung, anda dapat menempuh perjalanan kurang lebih 16km dalam waktu 31menit.
Harga Parkir untuk mobil sebesar 5000 rupiah dan untuk sepeda motor sebesar 2000 rupiah. Pabrik Gula Gondang Winangoen ini dibuka mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Opini dan Himbauan

Menurut saya, objek wisata Pabrik Gula Gondang Winangoen ini sangat menarik. Pengunjung dapat menikmati liburan dengan berkunjung ke Museum Gula juga dapat menikmati fasilitas yang ada di dalamnya. Untuk liburan yang berkualitas,tidak harus mahal. Yang dibutuhkan hanyalah bagaimana kita menjadi fresh setelah liburan dan dapat melepaskan penat kita. Tempat ini sangat recommended , karena selain harga tiket masuk yang masih terjangkau, anda dapat berlibur dengan banyak fasilitas yang ditawarkan di dalamnya dan yang pasti tidak menguras isi dompet anda. Lokasi ini cocok untuk liburan keluarga dan sekedar untuk mengisi waktu luang di saat weekend. Mari isi liburan singkatmu untuk berlibur dan sekedar melepaskan penat di Pabrik Gula Gondang Winangoen ini.
Sumber:
http://tempatwisatadaerah.blogspot.co.id/2015/02/museum-gula-klaten-dan-wisata-agro.html