Rabu, 05 Oktober 2016

Museum Universitas Gadjah Mada

 Nampak pemandangan depan Museum UGM

Lokasi Museum UGM

Mengenai lokasi Museum UGM ini, Museum ini berada di kompleks Kampus Pusat UGM, Bulaksumur Blok D-6 dan D-7 dan sekelilingnya merupakan deretan rumah dinas.Untuk akses tersendiri untuk menuju ke Museum UGM ini cukup gampang, Anda dapat berkunjung dengan menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Museum ini bersifat untuk umum, jadi tidak hanya diperuntukkan untuk mahasiswa UGM saja. Jika Anda berminat untuk mengunjungi Museum UGM ini Anda harus mengambil KIK di pos depan kampus UGM lalu berjalan lurus beberapa meter kedepan lalu belok kanan sekitar 300m kemudian belok kiri, Museum UGM terletak di kanan jalan setelah berbelok ke kiri.

Harga Tiket

Mengenai harga tiket masuk menuju Museum UGM ini gratis. Pengunjung tidak dipungut biaya apapun. Tetapi ada persyaratan khusus untuk pengunjung yaitu tidak diperbolehkan makan/minum, tidak diperbolehkan memotret dengan menggunakan flash di dalam ruangan Museum UGM. Anda hanya diminta untuk mengisi data pengunjung oleh petugas Museum UGM. Untuk parkir area, di Museum UGM ini gratis.

Sejarah Museum UGM

Museum UGM ini sudah dirintis sejak tahun 2000, namun baru diresmikan pada saat Dies Natalies UGM yang ke- 64 pada tanggal 19 Desember 2013. Gedung yang kini digunakan sebagai Museum UGM dulunya merupakan rumah dinas bagi dosen.Pada tahun 2000 pada era kepemimpinan universitas ini dipegang oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal, sudah ada gagasan mendirikan museum tingkat universitas atas usulan dari Prof. Dr. T. Jacob dengan nama 'UGM Natural History Museum', yang diharapkan akan menjadi salah satu tujuan bagi para tamu, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat luas yang berkunjung ke Kampus UGM. Selanjutnya pada tahun 2011-2012, minat terhadap upaya merintis museum UGM berlanjut dengan penelitian oleh Tim Peneliti Pusat Studi Pancasila di bawah payung penelitian Klaster Sosial -Humaniora untuk mendapat gambaran tentang isi Museum UGM yang ketika itu dikonsepkan sebagai “living museum”.

Hasil penelitian ini ditindaklanjuti dengan serangkaian upaya untuk penelusuran koleksi dan studi banding ke berbagai museum di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan pengadilan kepada masyarakat (LPPMUGM). Konsep penyelenggaraan Museum UGM ini merupakan kelanjutan dari draf awal penyelenggaraan Museum UGM yang telah disusul oleh Sie Museum PKKH UGM (2010) dengan memasukkan beberapa hasil penelitian selama dua tahun tersebut pada hakekatnya menunjukkan kerangka pikir yang tidak jauh berbeda dengan gagasan awal pendirian Museum UGM. Museum UGM merupakan museum yang menarasikan tentang perjalanan sejarah Universitas Gadjah Mada dari masa ke masa. Museum UGM diharapkan menjadi jendela UGM bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat tentang UGM sebagai Universitas perjuangan , universitas kerakyatan, universitas Pancasila, dan universitas Kebangsaan. Sebagai universitas terbesar dan tertua di Indonesia kiprah dan peran UGM dalam mengukir sejarah bangsa tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjungan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan fenomena global pada masa itu. Berdirinya UGM di era revolusi fisik menjadi titik tolak ketangguhan dan kegigihan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan. UGM menjadi simbol kebangkitan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan 30 31 bangsa Indonesia pasca revolusi dan Agresi Militer Belanda ke-2 yaitu pada tanggal 19 Desember 1 9 4 9 . 

Museum UGM yang berlokasi di kompleks Kampus UGM, Bulaksumur Blok D-6 dan D-7 i ni member i kan gambar an sejarah perjalanan berdirinya UGM dari masa ke masa , sumbangsih UGM untuk bangsa dan negara, kiprah dan perjuangan tokoh-tokoh UGM, dan tokoh nasional yang telah berjasa bagi berdirinya UGM, serta implementasi Tri Dharma UGM baik oleh dosen maupun mahasiswa pada skala nasional maupun internasional. Spektrum keilmuan yang dikembangkan di UGM sangat luas, terhimpun dalam 18 fakultas, 1 Sekolah Vokasi dan 1 Sekolah Pascasar j ana, ser t a beberapa fasilitas pendukung yang berupa pusat-pusat, Laboratorium dan Kebun Pendidikan terpadu tentu akan mempunyai karakteristik sejarah dan pengembangan disiplin masing-,masing berbeda. Terkait dengan hal itu, saat ini UGM telah memiliki Museum yang sangat khusus dan di bawah pengelolaan masing-masing fakultas. Diantara museum yang telah berkembang adalah Museum Biologi dibawah Fakultas Biologi, Museum Paleontropologi dibawah Fakultas Keedokteran, Museum Kayu Wanagama dibawah Fakultas Kehutanan, Museum Gumuk Pasir dan Museum Peta dibawah Fakultas Geografi . Spektrum kajian yang luas dari museum-museum tersebut menjadikan sebuah potensi kekuatan yang terhimpun dalam sebuah simpul koordinasi pengembangan dan diseminasi museum dibawah koordinasi Museum UGM. Harapan kedepan, Museum UGM selain mempunyai mandate sebagai museum sejarah juga akan mengkoordinasi teknis non substansial materi bagi museum-museum di lingkungan UGM. Tujuan utama dari pendirian Museum UGM ini bukan hanya sekedar upaya untuk melestarikan tinggalan bendawinya, tetapi terlebih dari itu adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur UGM. Selain itu , melalui museum ini, diharapkan jati diri UGM dapat dikenal oleh civitas akademika dan masyarakat luas.

Berikut  ini merupakan foto penulis yang sedang berada di Museum UGM.

Foto saya bersama teman saya.

Keunikan Museum UGM

Keunikan yang terdapat di Museum UGM adalah terdapatnya tinggalan-tinggalan bendawi yang mempunyai nilai penting dalam sejarah UGM dan menampilkan kepada civitas akademika serta masyarakat luas sehingga dapat membawa manfaat yang lebih besar. Jika Anda berkunjung ke Museum UGM ini Anda dapat mengetahui apa saja tentang UGM. Di dalam Museum UGM ini terdapat banyak peninggalan-peninggalan petinggi UGM terdahulu. Terdapat pula foto-foto petingginya dan lain-lain. Museum UGM ini memiliki keunikan yang berbeda dengan museum yang lain karena ini merupakan museum yang mengenalkan nilai-nilai luhur Universitas Gadjah Mada itu sendiri. 

Opini dan Himbauan

Museum ini museum bersejarah tentang Universitas Gadjah Mada. Museum ini sudah baik namun  harus lebih dijaga, di rawat dan lebih dikembangkan dengan cara memberikan area parkir tersendiri agar para pengunjung tidak kewalahan dalam menentukan area parkir. Area parkir di Museum UGM ini dapat dikatakan masih sempit, bila sedang banyak pengunjung, pengunjung akan kebingungan tentang penempatan yang pas untuk kendaraan mereka. Maka dari itu, saya harapkan untuk menambah fasilitas berupa area parkir di Museum UGM ini agar pengunjung lebih berleluasa dalam berparkir.
Tidak hanya itu, seharusnya di dalam museum ini disediakan kursi untuk pengunjung agar dapat menikmati  dan lebih betah untuk berlama-lama di dalam museum. Pelayanan yang dilakukan petugas yang ada di Museum UGM ini menurut saya kurang ramah, maka dari itu seharusnya lebih mengutamakan keramahan agar pengunjung tidak kecewa apabila berkunjung di Museum UGM ini. 

Sumber:
http://museumjogja.org/id/content/29-museum-ugm
http://wartaeq.com/museum-ugm-jejak-sejarah-yang-kian-terlupakan/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar